Sabr

Posted on

I’m borrowing this article from a brother named Faiz Sahri. This is indeed a very good advice.

————————————————————————————————

Saya selalu katakan kepada adik-adik remaja, zaman sekarang begitu mudah ber’couple’ing, tidak seperti zaman-zaman abang dulu. Dahulu, jikapun kita ada perasaan pada seseorang, maka begitu sukar untuk diluahkan isi hati kepada si dia. Takkan kita nak pergi kepada si dia, berdiri depan dia dan luahkan? Perlu banyak strategi dan perancangan yang lain, perlu beli kad dan lain-lain. Tapi hari ni kita sudah ada facebook, yahoo messenger dan sms. Luahan perasan begitu mudah, hanya dengan beberapa gerakan jari menaip beberapa patah perkataan, isi hati tersebut telahpun sampai kepada si dia.

Memang sukar untuk sabar – bagi anak-anak muda yang berjiwa remaja, semangat bergelora dengan hormon yang sedang pesat membangun.

Rupa-rupanya zaman hari ni bukan menyukarkan anak-anak muda sahaja yang bersabar, pakcik makcik pun tidak terkecuali! Tetapi mungkin situasinya sedikit berbeza.

Situasi mungkin berubah kepada organisasi contohnya, hendak menimbulkan ribut dalam secawan kopi begitu mudah, juga dengan hanya beberapa gerakan jari menaip beberapa patah perkataan, sudah boleh mengelirukan pihak kawan, menimbulkan fitnah. Ribut kecil boleh berlaku. Dahulu perlu membisik ke telinga seorang demi seorang, kini hanya dengan satu klik, boleh sampai ke mata ribuan manusia.

Situasi mungkin berubah kepada landskap politik contohnya, hendak memberi suapan supaya berpindah parti bertambah mudah. Jika dahulu terpaksa mengatur pertemuan, mengutus surat atau wakil, kini hanya dengan beberapa gerakan jari menaip, jarum-jarum fitnah dan cacamarba boleh ditanamkan.

Memang sukar untuk sabar.

Jika mengikut pendapat Imam Ibnu Qayyim, sabar ini terklasifikasi kepada 3:

a) Sabar dari Musibah (as-sabru ‘ani al-musibah)

b) Sabar dari Maksiat (as-sabru ‘ani al-ma’siah)

c) Sabar dalam Ketaatan (as-sabru ‘ani at-to’ah)

Memang cabaran yang amat besar untuk bersabar dalam perkara-perkara di atas. Nah, di antara ketiga-tiga jenis sabar ini, sabar manakah yang paling payah? Hmmm, terpulang kepada diri si individu. Masing-masing punya kekuatan dan kelemahan tersendiri.

Namun mengikut pendapat Imam Ibnu Qayyim, yang paling sukar adalah kategori yang ketiga, iaitu untuk bersabar dalam ketaatan. Mengapa?

Jika sesuatu musibah berlaku, kebiasaannya perkara tersebut di luar dari kawalan kita, apa yang kita boleh buat? Ia di luar dari ‘area of control’ dan ‘area of influence kita’. Redha je lah.

Ramai juga dari manusia mampu melarikan diri dari kancah maksiat, namun tidak ramai yang mampu konsisten dalam melakukan ibadat. Memang cabaran bagi kita untuk mencari kekuatan konsisten dalam amal-amal fardi kita – solat subuh berjamaah, zikir harian, tilawah harian, solat-solat sunat. Ramai orang yang baik-baik di luar sana, tidak rasuah, tidak berzina dan yang sewaktu dengannya, tetapi solat tak jaga. Memang sukar rupanya untuk bersabar dalam ketaatan.

Salah seorang dari shaykh dakwah kita juga pernah berkongsi di dalam salah satu daurah, kita semua tahu arkanul bai’ah ada 10. Di antara sepuluh rukun ba’iah tersebut, yang mana satukah yang paling sukar? Menariknya, shaykh dakwah ini memberikan pendapat, yang paling sukar di antara sepuluh ini adalah “TAAT”. Kenapa? Kerana menurut pemerhatiannya, yang paling ramai sekali mereka yang berada di pinggiran jalan dakwah dan mereka yang gugur di jalan dakwah apabila hilangnya “TAAT”. Allahu a’lam, mungkin benar dan mungkin juga salah, tetapi menarik untuk dikongsikan di sini.

Bertambah menarik, ingin saya kongsikan di sini ayat-ayat tema berkaitan dengan kebersamaan Allah bersama dengan orang yang sabar. Jika kita dan gerakan dakwah kita ingin kuat, maka semakin hampir kita dengan sumber kekuatan, Allah Al-Qawiyy, maka semakin kuatlah kita. Semakin kita tidak bersama dengan sumber kekuatan, maka semakin lemahlah kita. Maka pasakkanlah sabar dalam diri kita, kerana Allah bersama orang-orang yang sabar.

Sabar wasilah kepada Pertolongan dan Bantuan Allah

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (2:153)

Dengan Kesabaran, Golongan Minoriti Mampu Mengalahkan Majoriti

“Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: “Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya, bukanlah ia pengikutku. Dan barang siapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku.” Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: “Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.” Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata: “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (2:249)

Berbantah-bantah Akan Mengakibatkan Hilang Kekuatan

“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (8:46)

Sabar Menutup Lompong Kelemahan dan Sabarman Mempunyai Kekuatan yang Luar Biasa

“Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan Dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada di antaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang; dan jika di antaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (8:66)

Maka marilah kita menanamkan dalam diri kita sifat-sifat sabar dari semua sudut. Jika semua kita mampu konsisten menjadi Sabarman, insha Allah bantuan Allah semakin hampir, insha Allah negara Islam dalam tahun 2020 akan tercapai, insha Allah Allah akan redha dengan kita.

Jika kini kita belum lagi mencapai matlamat, namun percayalah, matlamat kita sudah semakin teramat hampir berbanding hari semalam.

Faiz Sahri

Advertisements

2 thoughts on “Sabr

    farhan said:
    04/03/2010 at 12:48 am

    bro faiz ada blog ke? mind to share?

    imranty responded:
    04/03/2010 at 1:53 am

    die ada blog, tapi jarang update…

    http://brotherfaiz.blogspot.com/

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s