Month: March 2010

Persaudaraan

Posted on

Bismillah

Alhamdulillah tsumma Alhamdulillah

Amatlah seronok sebenarnya bila dapat bertemu sahabat, apatah lagi jika persahabatan itu betul-betul dibina atas jalan dakwah, lillahi-ta’ala. Begitu indahnya persahabatan yang terjalin ini sehingga ia mendapat jaminan dari Allah, bahawa mereka yang bersahabat lillahi-ta’ala ini mendapat naungan daripada Allah di padang Mahsyar kelak, di saat tiada naungan lain yang wujud pada ketika itu.

Keindahan persahabatan yang terjalin ini terbukti sebagaimana yang diceritakan dalam Seerah Rasulullah, bilamana Baginda mempersaudarakan Muhajirin dan Ansar, selepas peristiwa Hijrah. Kesanggupan sahabat dalam kalangan Ansar memberikan harta kepada sahabat Muhajirin, satu pengorbanan yang tiada tolok bandingannya. Allahuakbar!

Jauh lagi perjalanan saya untuk mencapai tahap ini. Masih banyak lagi kotoran dunia yang terpalit di hati. Allahu-rabbi…

Advertisements

Da’wah Seminar

Posted on Updated on

Bismillah

Alhamdulillah tsumma Alhamdulillah

I had the chances to get into a seminar for doing da’wah to non-muslims. It is 7-week seminar with 1 class each week. I believe I can learn a lot from this seminar especially on how to do da’wah moderately and appropriately.

One thing that really caught my attention during one of the classes was, to do da’wah to non-Muslims, I really need to use 3rd person pronouns for example, “Muslims believe that…” instead of “We believe that…” because we’re prohibited from preaching any religion inside schools etc. Also during the classes, we’re reminded that our job is only to convey the message, not to try to convert non-Muslims.

Now, this really makes me think. In the Quran, Allah also uses a lot of 3rd person pronouns, for example (23:1). What does this really signify? Hmmm…

In my opinion, in the Quran, Allah actually tries to set a certain general standards. For example in the ayat that I meantioned before, instead of using “Successful indeed are you “, Allah uses “Successful indeed are the believers“, which in my opinion, if we want to be successful, we need to be the Believers first.

If Allah were to use “….you”, it would really make a different standard because if this “…you” meant for Rasulullah, then nobody would achieve the standard. We knew Rasulullah is really the most awesome guy that ever lived in this planet so no one really can imitate and be exactly like him. “Exactly” I mean really do every single thing like Rasulullah did, guarding private parts like him, pray like him (physically, emotionally, spiritually, intellectually), etc.

So instead, Allah uses a very general standard. Those who want to be successful, they must be believers and do what Allah commands the believers to do. All the commands are ‘written’ in the Quran and Sunnah.

Really, if we want to be among the believers, we must follow the standards that Allah set. If not, hmmm…

Half-Way

Posted on Updated on

Bismillah

Alhamdulillah tsumma Alhamdulillah

It has been 8 weeks since the spring semester began. Its half-way through the semester. And soon enough I’ll be graduating (next year though). About 1 more year left.

So far the semester went just fine alhamdulillah. I can see some improvements in my studies as compared to last semester. Alhamdulillah, Allah really helps me to be more efficient in term of time management. Alhamdulillah. But still, there are lots of things need to be improved. I’ve wasted too much time before. I should try to reduce it in the future inshaAllah.

وَٱلۡعَصۡرِ (١) إِنَّ ٱلۡإِنسَـٰنَ لَفِى خُسۡرٍ (٢) إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ (٣)

Demi Masa! (1) Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian; (2) Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh dan mereka pula berpesan-pesan dengan kebenaran serta berpesan-pesan dengan sabar. / (3)

Sabr

Posted on

I’m borrowing this article from a brother named Faiz Sahri. This is indeed a very good advice.

————————————————————————————————

Saya selalu katakan kepada adik-adik remaja, zaman sekarang begitu mudah ber’couple’ing, tidak seperti zaman-zaman abang dulu. Dahulu, jikapun kita ada perasaan pada seseorang, maka begitu sukar untuk diluahkan isi hati kepada si dia. Takkan kita nak pergi kepada si dia, berdiri depan dia dan luahkan? Perlu banyak strategi dan perancangan yang lain, perlu beli kad dan lain-lain. Tapi hari ni kita sudah ada facebook, yahoo messenger dan sms. Luahan perasan begitu mudah, hanya dengan beberapa gerakan jari menaip beberapa patah perkataan, isi hati tersebut telahpun sampai kepada si dia.

Memang sukar untuk sabar – bagi anak-anak muda yang berjiwa remaja, semangat bergelora dengan hormon yang sedang pesat membangun.

Rupa-rupanya zaman hari ni bukan menyukarkan anak-anak muda sahaja yang bersabar, pakcik makcik pun tidak terkecuali! Tetapi mungkin situasinya sedikit berbeza.

Situasi mungkin berubah kepada organisasi contohnya, hendak menimbulkan ribut dalam secawan kopi begitu mudah, juga dengan hanya beberapa gerakan jari menaip beberapa patah perkataan, sudah boleh mengelirukan pihak kawan, menimbulkan fitnah. Ribut kecil boleh berlaku. Dahulu perlu membisik ke telinga seorang demi seorang, kini hanya dengan satu klik, boleh sampai ke mata ribuan manusia.

Situasi mungkin berubah kepada landskap politik contohnya, hendak memberi suapan supaya berpindah parti bertambah mudah. Jika dahulu terpaksa mengatur pertemuan, mengutus surat atau wakil, kini hanya dengan beberapa gerakan jari menaip, jarum-jarum fitnah dan cacamarba boleh ditanamkan.

Memang sukar untuk sabar.

Jika mengikut pendapat Imam Ibnu Qayyim, sabar ini terklasifikasi kepada 3:

a) Sabar dari Musibah (as-sabru ‘ani al-musibah)

b) Sabar dari Maksiat (as-sabru ‘ani al-ma’siah)

c) Sabar dalam Ketaatan (as-sabru ‘ani at-to’ah)

Memang cabaran yang amat besar untuk bersabar dalam perkara-perkara di atas. Nah, di antara ketiga-tiga jenis sabar ini, sabar manakah yang paling payah? Hmmm, terpulang kepada diri si individu. Masing-masing punya kekuatan dan kelemahan tersendiri.

Namun mengikut pendapat Imam Ibnu Qayyim, yang paling sukar adalah kategori yang ketiga, iaitu untuk bersabar dalam ketaatan. Mengapa?

Jika sesuatu musibah berlaku, kebiasaannya perkara tersebut di luar dari kawalan kita, apa yang kita boleh buat? Ia di luar dari ‘area of control’ dan ‘area of influence kita’. Redha je lah.

Ramai juga dari manusia mampu melarikan diri dari kancah maksiat, namun tidak ramai yang mampu konsisten dalam melakukan ibadat. Memang cabaran bagi kita untuk mencari kekuatan konsisten dalam amal-amal fardi kita – solat subuh berjamaah, zikir harian, tilawah harian, solat-solat sunat. Ramai orang yang baik-baik di luar sana, tidak rasuah, tidak berzina dan yang sewaktu dengannya, tetapi solat tak jaga. Memang sukar rupanya untuk bersabar dalam ketaatan.

Salah seorang dari shaykh dakwah kita juga pernah berkongsi di dalam salah satu daurah, kita semua tahu arkanul bai’ah ada 10. Di antara sepuluh rukun ba’iah tersebut, yang mana satukah yang paling sukar? Menariknya, shaykh dakwah ini memberikan pendapat, yang paling sukar di antara sepuluh ini adalah “TAAT”. Kenapa? Kerana menurut pemerhatiannya, yang paling ramai sekali mereka yang berada di pinggiran jalan dakwah dan mereka yang gugur di jalan dakwah apabila hilangnya “TAAT”. Allahu a’lam, mungkin benar dan mungkin juga salah, tetapi menarik untuk dikongsikan di sini.

Bertambah menarik, ingin saya kongsikan di sini ayat-ayat tema berkaitan dengan kebersamaan Allah bersama dengan orang yang sabar. Jika kita dan gerakan dakwah kita ingin kuat, maka semakin hampir kita dengan sumber kekuatan, Allah Al-Qawiyy, maka semakin kuatlah kita. Semakin kita tidak bersama dengan sumber kekuatan, maka semakin lemahlah kita. Maka pasakkanlah sabar dalam diri kita, kerana Allah bersama orang-orang yang sabar.

Sabar wasilah kepada Pertolongan dan Bantuan Allah

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (2:153)

Dengan Kesabaran, Golongan Minoriti Mampu Mengalahkan Majoriti

“Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: “Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya, bukanlah ia pengikutku. Dan barang siapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku.” Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: “Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.” Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata: “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (2:249)

Berbantah-bantah Akan Mengakibatkan Hilang Kekuatan

“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (8:46)

Sabar Menutup Lompong Kelemahan dan Sabarman Mempunyai Kekuatan yang Luar Biasa

“Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan Dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada di antaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang; dan jika di antaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (8:66)

Maka marilah kita menanamkan dalam diri kita sifat-sifat sabar dari semua sudut. Jika semua kita mampu konsisten menjadi Sabarman, insha Allah bantuan Allah semakin hampir, insha Allah negara Islam dalam tahun 2020 akan tercapai, insha Allah Allah akan redha dengan kita.

Jika kini kita belum lagi mencapai matlamat, namun percayalah, matlamat kita sudah semakin teramat hampir berbanding hari semalam.

Faiz Sahri

March is Coming

Posted on

Bismillah

Alhamdulillah tsumma Alhamdulillah

Allahu-Rabbi…it’s almost March. The end is getting nearer, and my life is getting shorter. Sometimes I do afraid of dying because surely I’m not fully equipped myself with things I need to stand before Allah. Neither I’m sure if I will be able to fully equipped.

I think thats the reason why we are asked to always repent to Allah. Its exactly because we dont know when we’re going to die and whether we will be prepared for it. Astaghfirullah. I know I did a lot of mistakes.

Alhamdulillah, I have my best friends around to tell me if do anything wrong.